Çay Hikayesi
Padatnya anak manusia memenuhi bus kota yang melaju enam puluh kilo tiap satu satuan jam. Menengok ke kanan-kiri jendela menikmati indahnya Istanbul malam hari. Kelap-kelip kilau lampu kota berwarna-warni. Entah mengapa tak sanggup menembus gelapnya hati.
Ah, sedang apa aku ini.
Ku tak sedang menggalau sepertinya.
Namun kenapa pikiran ini kacau.
Sudahlah
Secangkir çay sesampai rumah nanti
Semoga bisa tenangkan otak yang telah berhalusinasi

Ah, sedang apa aku ini.
Ku tak sedang menggalau sepertinya.
Namun kenapa pikiran ini kacau.
Sudahlah
Secangkir çay sesampai rumah nanti
Semoga bisa tenangkan otak yang telah berhalusinasi

posted from Bloggeroid
Comments
Post a Comment