#TujuhNasehatRumi

mevlana celleledin rumi (image from google)
selamat pagi, bagi yang membaca post ini di pagi hari. semoga cerahnya pagi bisa bersinkronisasi dengan senyum indah pagi ini.

dini pagi hari tadi saya sempat mengalami insomnia dan entah mendapat bisikan darimana akhirnya membuka akun sosial media twitter saya @abiebaditya dan kemudian berkicau tentang 
mungkin sebagian besar tahu tentang Maulana Jallaludin Rumi, tokoh Sufi terkenal dari Turki. bagi yang belum tahu bisa cari lah yaa di google tentang beliau. nah, salah satu petuah dari Ulama Sufi terkemuka ini banyak dikenal dengan nama . dan saya dengan kapasitas seadanya mencoba untuk menggali nilai dari  ini. berikut kicauan saya dari akun @abiebaditya:


yuk yang bangun pagi perhatiken baik-baik yang akan saya share setelah ini

kalo diterapkan dengan bener bisa membawa ketenangan hati setingkat diatas sekarang. insyaAllah

1. Dalam kemurahan hati serta tolong-menolong sesama, jadilah seperti sungai.

kenapa sungai? karena alirannya gak pernah berhenti dan selalu mengalir. nah artikan sendiri juga menurut masing-masing

2. Dalam kasih sayang serta kebaikan, jadilah seperti matahari.

seperti matahari yg memberi manfaat kepada sesama apa yg ada dari dirinya. memberikan kasih sayang yg dapat menghangatkan

3. Dalam menutupi kesalahan orang lain, jadilah seperti malam.

idem lah yaa.

4. Dalam marah dan kemurkaan, jadilah seperti orang yang telah mati.

intinya jangan marah. karena orang mati gak bisa marah :p

5. Dalam kesederhanaan dan kerendahan hati, jadilah seperti bumi.

totalitas bro, jadi kalo mau merendah ya jangan nanggung". jadilah serendah tanah

6. Dalam toleransi, jadilah seperti laut.

dalam bertoleransi pada orang lain janganlah berbatas. makanya kayak laut. terbentang luas tanpa batas

7. Terlihatlah seperti adanya dirimu, atau jadilah seperti apa yang terlihat didirimu.

last but not least, jadilah dirimu sendiri. that's the point. dan jadilah sebaik yang kamu bisa tunjukan

nah itu penjabaran versi saya. gak maksa semua harus berpikiran sama yaa. kamu bisa mengertikannya sendiri dan mengamalkannya. sekian.

Comments

Popular posts from this blog

istanbul, autumn, and me (part 2)

ISCIU

Puisi tanpa rima