Selama 50 tahun paman ini mencatat nama orang yang ditemuinya lalu didoakan

Mustafa Guler, pensiunan bintara asal kota Eskisehir, Turki, selama 50 tahun selalu mendoakan semua orang yang pernah ditemuinya. Mustafa Guler semenjak pertemuannya dengan Baiduzzaman Said Nursi hingga kini mencatat nama-nama orang yang telah beliau temui dalam sebuah buku catatan. Untuk orang-orang yang namanya dicatat Guler mendoakan, "Ya Rabbi, Engkau Yang Maha Mengetahui pemilik nama-nama yang hamba tulis ini. Bimbinglah hati mereka, diri mereka Ya Allah. Lipatkanlah kepada mereka cinta-Mu atas hamba-hambaMu". Kebiasaan untuk mendoakan orang, dimulai semenjak pertemuannya dengan Baiduzzaman Said Nursi dan setelah dia menyelesaikan kitab Barla Lahikasi, sampai sekarang sudah ada lebih dari 5000 orang yang didoakan oleh Guler.
Mustafa Guler, yang telah berusia 86 tahun dan pensiun dari tugasnya sebagai bintara hidup dan tinggal di pusat kota Eskisehir di distrik Odunpazari blok Yenikent.Guler pertama kali mengenal Risalah Nur pada tahun 1953 dan bertemu kembali serta tergerak untuk mempelajarinya pada tahun 1960. Pada tahun itu Guler yang sedang bertugas sebagai Angkatan Bersenjata Republik Turki mengunjungi Baiduzzaman Said Nursi di rumah beliau di distrik Odunpazari untuk meminta doa dari salah satu imam besar di Turki pada waktu itu. Dalam kunjungannya Said Nursi berkata, "Bacalah kitab-kitab dariku, semua kebenaran ada disana", dan sampai sekarang Guler tak pernah meninggalkan risalah-risalah tersebut.
Guler sambil berurai airmata menceritakan kisahnya, "Seusai aku keluar dari Masjid Akoglan, aku baru mendengar kabar bahwa Said Nursi tinggal di distrik Odunpazari. Langsung saja aku pergi ke tempat beliau. Dijalan aku bertemu dengan Zubeyir Gunduzalp dan kepadanya aku menjelaskan bahwa aku adalah bintara dan keinginanku untuk menemui Said Nursi. Zubeyir menerima kedatanganku dan aku disuruhnya masuk. Dia masuk ke kamar Said Nursi menceritakan niat kedatanganku dan berkata, 'Ustad sedang sakit parah, namu beliau bersedia menerima kunjungan anda'. Aku pun masuk ke kamar beliau, ini adalah kali pertama aku bertemu beliau. Terlihat jelas bahwa beliau sedang sakit keras. Langsung saja kucium tangan beliau. Kita berbicara sebentar, aku sangat senang dengan perjumpaan ini. Ustad Said Nursi berkata, "Bacalah kitab-kitab ku, semua kebenaran ada di dalamnya". Hari itu adalah terakhir kali aku bertemu dengan Ustad Said Nursi. Sekitar dua bulan setelah perjumpaan dengan beliau aku mendengar kabar bahwa Ustad wafat di Urfa."
Barla Lahikasi membuatku gemar berdoa
Mustafa Guler, setelah pertemuannya dengan Said Nursi mulai membaca Risalah Nur dengan cermat, setiap selesai membaca dia merasakan kegembiraan tersendiri. Kalimat pesan dari Baiduzzaman "Bacalah kitab-kitab ku" ia anggap sebagai sebuah wasiat. Guler sangat terilhami dari kitab Bahar Lahikasi. Setelah membaca risalah ini Guler selalu mendoakan semua orang yang datang berkunjung padanya, yang ia temui, dan yang ia kenal. "Sudah 50 tahun semua yang datang, 5000 nama telah ku tulis dalam bukuku. Aku berdoa untuk orang-orang itu. Pertemuan dengan Said Nursi, Kitab Barla Lahikasi yang kubaca telah membuatku gemar berdoa untuk orang lain. Aku berdoa untuk nama-nama yang telah kutulis dari hari yang lalu sampai hari ini. Doa sangatlah penting, mari kita saling mendoakan sesama", lanjut Guler.
Nama-nama orang yang ditulis di dalam buku Mustafa Guler beragam, dari negarawan, politikus, wartawan, tentara, guru, tukang sampah, sampai pengusaha semua orang dari jenis pekerjaan yang berbeda ada di dalamnya.
sumber: Koran Harian Zaman edisi hari Jumat tanggal 1 November 2013 halaman 8
sumber: Koran Harian Zaman edisi hari Jumat tanggal 1 November 2013 halaman 8
Comments
Post a Comment