El Veda


lalu harus dibuang kemana
rasa meluap di dalam ini
ruang yang hampa semenjak elveda 

semudah itu kah jalan keluar
padahal lorong ini lebih rumit
dari gang-gang kecil sirkeci-eminonu

lalu aku merasa
benteng-benteng topkapi 
masih menang kokoh
dari bendungan kegalauan kalbu

disebelahnya ayasofya tak nampak lagi pesona indahnya
senyap sepi 
menjerit dalam bisu bak sisa-sisa mozaik
yang melekat erat-erat di dinding kenangan istanbul tua

bagai langit yang hendak digapai menara-menara 
yang disambung adzan dari toa-nya
masih tak bisa mendekat
walau sejengkal hanya

masih seperti gerimis kemarin
sisakan genangan rindu
kenangan yang tak kunjung kering
dan kasih yang belum selesai

Comments

Popular posts from this blog

istanbul, autumn, and me (part 2)

ISCIU

Puisi tanpa rima