Istanbul'da Sonbahar


Musim gugur singgah di Istanbul
Pepohonan mulai menguningkan daun-daunnya
Hujan perlahan basahi jalan
Bawa kesejukan hingga dingin menusuk tulang

Minggu musim gugur, kala gerimis belum selesai

Bisikkan senandung kalbu
Dan pergi lagi
Sisakan basahnya
Tak lupa dingin yang melekat erat 
Nikmati hujan musim gugur
Dengan alunan teoman
Berkisah indahnya konstantinopel modern
Menjelma jadi kota metropolis
Sarat dengan sejarah besarnya
Dengan ramai insannya
Sebait lagu tentang rindu
Bukan rindu yang sendu
Tak juga sampai kelabu
Rindu yang menggebu
Namun tak pilu
Istanbul’da sonbahar
Menemani cangkir çay
Adalah kürabiye rasa jeruk
Ditengah hujan
Yang merindu pada tanah abu
Ah, burda olsan çok güzel hala

Comments

Popular posts from this blog

istanbul, autumn, and me (part 2)

ISCIU

Puisi tanpa rima