Puisi tanpa rima
ku hanya sekelebat bayangan malam yang tergeser perlahan dalam sinar ingin ku gapai hangat sinar namun apa daya jika ku tetap nekat ku kan hilang dalam sekejab ataukah harus bagiku berdiam dalam gelapku agar ku tetap jaya walau dingin dan hampa tak henti menyapa sebatas sisa banyangan malam tak pernah punya hak menentukan pilihan yang terbatas dalam a atau b lalu sisa bayangan malam akhirnya merelakan dirinya terbakar oleh terangnya titik-titik cahaya pagi tak apa dia pergi agar sekelilingnya dapatkan hangatnya pagi