Posts

Senja di Sultanahmet

Image
sebuah senja di pelataran sultanahmet setelah jenuh dalam sesak jaman tramvay istanbul yang selalu ramai menempel-nempel bagai sarden manusia dipaksa masuk dalam kaleng berjalan lalu keringat cipta aroma wangi asam hingga kaleng terbuka hampir habis cadangan nafas sejak halte sebelumnya dan aku harus berevolusi jadi manusia istanbul lainnya menarik nafas dalam-dalam disimpan ke paru-paru cadangan lalu terbukalah pintu pembebasan dari sumpeknya 2 menit perjalanan hingga sang masjid biru nampak di pelupuk mata mengayun lengan menaranya sampaikan salam selamat datang anak manusia dengan silir angin hapuskan mual di rasa berganti nuansa reliji sampai surgawi ah, darimana juga aku tau itu surga? entahlah, yang jelas kamu tersipu malu kala ku memandangmu dan waktu juga terasa membeku tak mau maju hingga mata saling bertemu beradu namun tetap dalam bisu merayu lidah kelu tak mau berkata oh Ayasofya, sampai kapan kau biarkan ku termangu mengagumimu? sumber : g...

mendengar malam

mendengarkan malam bersama rembulan sedang mendayu menggelantung di atap langit sendu merayu dalam pilu lalu bintang bergugur satu lambat beranjak seribu tertinggal gelap dalam kalbu malam terlalu lama bertamu kala pagi masih bermain bersama mentari di dalam buaian ibu pertiwi

Diujung jalan

Image
lalu sampailah jiwa pada persimpangan diri ada yang kanan juga yang kiri dimana akal kan bawa kaki atau hanya berlari ikuti naluri lalu bilakah gamang langkah ini siapakah tuan yang bisa bimbing bimbangnya diri  dalam pencarian jati?

Gadis Penari Hujan

Image
siang ini hujan turun pelan seakan tak mau mengakhiri perjumpaannya dengan bumi. sejuk sayup rintik turunnya walau kutahu dalam hati memekik rindu setelah lama tak turun sepanjang kemarau. anak-anak berlari sehabis pulang sekolah. mencari atap untuk berteduh. mereka tak mau mereka berbasah-basah, sebab takut diomeli ibunya ketika nanti sampai dirumah. "besok kamu mesti pakai seragam ini lagi", begitu kata kebanyakan ibu. ibu juga berlari kearah jemuran baju mereka, sayang jika nanti basah lagi. selain anak ternyata banyak bapak maupun calon bapak berlarian. harus mengejar rapat katanya, ada lagi yang bilang dikejar deadline. ah, sejatinya mereka sedang dikejar tagihan kartu kredit istri mereka. semua mengeluh pada hujan. tapi diantara ibu, bapak, dan anak sekolah tadi, ada gadis kecil yang menengadahkan wajahnya ke langit, menjemput titik-titik rindu milik hujan, seraya tersenyum kepada Tuhan-Nya. menari dan bernyanyi bersama hujan. tak tahu apa itu seragam, jemuran, atau t...

Bilakah

Bilakah ku menjelma tetes-tetes embun Bolehkah ku menetes ditepi jurang hatimu Dan mengisi sampai ke palungnya Menggenang hingga menenggelamkanmu dalam buaiannya Bilakah ku menguap menjadi awan Lalu ku turun menemuimu sebagai hujan Sudikah kau membasahi dirimu denganku Bersama menari seirama rintiknya Dalam alunan nada rindu Ataukah kamu tak tahan derasnya Dan memilih berteduh ke rumah lain yang lebih hangat

Tentang Sejarah Kimia

Jadi kemarin itu ceritanya aku harus berjuang menembus hujan kota Istanbul yang sebenarnya gak deras-deras amat, cuma yaa dinginnya itu lho yang menusuk, apalagi belum ada tangan yang hangat untuk digenggam. Apalagi hari ini hanya ada 2 jam kuliah, tapi yaa demi menuntut ilmu badai pun gaakan mampu menghalangi ku untuk bolos  kuliah. Singkatnya sampai ke kelas nii, di dalam kelas udah penuh sesak dengan 4 makhluk disana, ada ibu dosen dan 3 mahasiswa lainnya. Kalo ditambah, lengkap lah formasi power rangers ini. Hmm, kenapa hanya sedikit yang datang ke kelas ini ya, tanyaku dalam diam. Usut punya usut memang untuk mata kuliah ini, Sejarah Kimia, memang sedikit peminatnya. Karena mungkin menurut kebanyakan mahasiswa disini Sejarah Kimia tidak terlalu penting untuk nanti setelah lulus dan bekerja, toh hanya belajar sejarah yang udah lewat dan gak ada formula-formula baru yang berguna dimasa depan. Setidaknya itu yang kupahami dari apa yang disampaikan ibu dosen kala beliau memberika...

Sadap Menyadap

Image
disini sadap disana sadap sadap menyadap biar makin sedap di timur sana bapak disadap tetangga di sini bapak disadap anak-anaknya anak-anak bapak yang iri tidak dapat jajan seperti anak yang disadap bapak juga salah hanya ngasih jajan satu anak padahal ia punya beribu anak coba bapak adil sama anak dia tidak akan tersadap sadap makin sedap kata bapak itu gossip murahan juga kata paman itu sadap hasil mengarang dan bapak memotong kabel telepon sadap bikin sarap anak-anak juga ikut sadap-sadapan tak boleh ikut ke pasar malam bertemu bapak tukang sulap yang bikin besi jadi pesawat anak-anak ribut sadap memang sedap lalu di rumah timur pakdhe juga menyadap dibawanya arit dan botol akua pakdhe nggak perlu telepon untuk menyadap dia pakai ilmu dalam dari dalam pohon ia sadap sadap sampai kering