Aku Pernah Membenci Istanbul (part 2)
... Kami dapat medali perak dalam cabang tari di Olimpiade Bahasa Turki tersebut. Tari dari daerah Artvin atau masyarakat Turki menyebutnya Artvin Yoresi berhasil membawa kami sampai Turki bahkan mengalungkan medali perak ke leher kami. Suka cita mewarnai kota Bursa malam itu. Semua diliputi kebahagiaan kecuali aku, ya, cuma aku. Ternyata medali perak dan berpuluh pujian tak mampu penuhi hatiku yang hampa. Rasanya seperti punya banyak gebetan tapi tidak bisa move on dari mantan. Entah darimana aku bisa merasa seperti itu, padahal kala itu jangankan mantan, pacarku saja hanya kesendirian. Malam itu rasanya lama sekali, kalau tidak karena rasa capek yang luar biasa mungkin sampai pagi mata ini tak mau tertutup. Pikiran kembali berjalan mundur ke 3 bulan yang lalu. Panggung Balai Sartika menjadi dipenuhi ketegangan di masa-masa pengumuman juara penyisihan Olimpiade Bahasa Turki untuk Indonesia. Satu persatu kategori diumumkan, ada berurai air mata kebahagiaan ada juga senyum...