Posts

Showing posts from January, 2014

Aku Pernah Membenci Istanbul (part 2)

Image
... Kami dapat medali perak dalam cabang tari di Olimpiade Bahasa Turki tersebut. Tari dari daerah Artvin atau masyarakat Turki menyebutnya Artvin Yoresi berhasil membawa kami sampai Turki bahkan mengalungkan medali perak ke leher kami. Suka cita mewarnai kota Bursa malam itu. Semua diliputi kebahagiaan kecuali aku, ya, cuma aku. Ternyata medali perak dan berpuluh pujian tak mampu penuhi hatiku yang hampa. Rasanya seperti punya banyak gebetan tapi tidak bisa move on dari mantan. Entah darimana aku bisa merasa seperti itu, padahal kala itu jangankan mantan, pacarku saja hanya kesendirian. Malam itu rasanya lama sekali, kalau tidak karena rasa capek yang luar biasa mungkin sampai pagi mata ini tak mau tertutup. Pikiran kembali berjalan mundur ke 3 bulan yang lalu. Panggung Balai Sartika menjadi dipenuhi ketegangan di  masa-masa pengumuman juara penyisihan Olimpiade Bahasa Turki untuk Indonesia. Satu persatu kategori diumumkan, ada berurai air mata kebahagiaan ada juga senyum...

Aku Pernah Membenci Istanbul

Image
Istanbul, siapapun pasti jatuh cinta pada kota ini sejak kala pertama memandang. Sultan Ahmet Camii (Blue Mosque) bersanding dengan mesranya dengan kecantikan Hagia Sophia. Di atas kapal., seberangi Bosphorus yang dengan birunya pisahkan Asia dan Eropa, hingga kokohnya Bosphorus Bridge menyatukan kedua benua itu kembali. Keramahan Amca di kedai teh, mengajak kita berlama-lama melarutkan lelah dalam seteguk cay dalam lekukan seksi gelas mini. Macetnya jalan ketika sore, menambah panjang obrolan dengan calon gebetan yang sering mampir di mimpi.  Dan lain-lain, dan lain-lain. Tak habis untuk di cerita memang. Namun siapa sangka kalau 4 tahun dulu Istanbul pernah tinggalkan luka. Adalah aku, remaja 17 tahun yang kala itu tengah absen dari kelas dengan dalih persiapan olimpiade sains level kota. Sebulan sebelum ajang bergengsi tahunan tingkat SMA ini dihelat sekola kami mulai mengintensifkan semua tim nya agar mendapatkan hasil yang maksimal di tingkat kota, lalu provinsi, sampa...

Teh Pertama di 2014

Image
Post sebelum post ini ditujukan untuk merekam teh pertama di tahun 2014 ini. Namun malah berujung pada cerita pergantian tahun. Memang nasib penulis jadi-jadian. Atau istilah "jadi-jadian" sebenarnya belum pantas disematkan pada saya. Karena sudah ada dua kata "jadi" disana. Mungkin yang lebih pantas adalah "penulis belum jadi" atau "penulis setengah jadi". Ada banyak pertarungan ide sehingga sering sekali apa yang diinginkan untuk ditulis berbeda dengan akhir jadi dari tulisan tersebut. Dan ah, belum-belum pembahasan saya sudah menyimpang (lagi) entah kemana. Oke, memakai istilah Tukul Arwana, "Kembali ke Laptop". Saya harus membawa kembali anda sekalian ke tujuan awal post ini. Menceritakan pengalaman teh pertama saya di tahun 2014.

Tahun Baru di Turki

Image
jembatan bosphorus ramai di malam pergantian tahun Teh pertama tahun ini dituang pada jam 1 dini hari setelah kami pulang dari perayaan tahun baru. Perayaan yang diluar kebiasaan menurutku. Jika umumnya tahun baru dirayakan di alun-alun kota, di jalan raya, maupun tempat ramai lainnya maka kami merayakannya di sekolah. Jika umumnya tahun baru diiringi suara terompet, petasan, ataupun kembang api maka kami melewatinya dengan mendengar lantunan ayat suci Al-Quran , lantunan nasyid khas negara ustmaniyah dan bacaan shalawat kepada Kanjeng Nabi Sayyidina Muhammad. Tanpa mengunggulkan yang satu dari lainnya saya memilih untuk berada di dalam hangatnya ruang konferensi Fatih Koleji. Dibandingkan jika harus berada di luar dengan ramainya orang berdesakan demi melihat kembang api, belum ditambah dingin udara Istanbul dua hari terakhir ini.